Sabtu, 20 Juni 2020

MAKALAH Ajaran Bisnis Nabi Muhammad SAW




MAKALAH Ajaran Bisnis Nabi Muhammad SAW.



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada  Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan  dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian  kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya  menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran  yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini ( sejarah nabi muhammad mulai berwirausaha ) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.


Cirebon….. April 2020




                                               Penulis

BAB  I

A. Landasan Teori
1.  Ajaran Bisnis Nabi Muhammad saw
Kemandirian Perjalanan Bisnis Nabi Muhammad saw Sejak Dini Hingga Dewasa
Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad saw sudah dikenal sebagai pedagang. Bahkan, sejak kecil, putra dari pasangan
‗Abdullah dan Aminah itu telah menunjukkan kesungguhannya terjun dalam bidang bisnis atau kewirausahaan (entrepreneurship). Ketika Nabi Muhammad saw berusia enam tahun, ibunda Nabi Muhammad saw Aminah meninggal dunia. Setelah ibunya wafat, Nabi Muhammad saw diasuh oleh kakeknya Abdul Mutthalib. Namun, hanya 2 tahun lamanya beliau merasakan kasih sayang dari sang kakek, kakeknya pun wafat. Selanjutnya beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Selama berada dalam asuhan Abu Thalib, beliau merasakan hidup yang serba kekurangan, karena pamannya adalah orang miskin yang memiliki banyak anak.19
Usia 10 tahun beliau membantu pamannya mencari nafkah sendiri dengan bekerja sebagai pencari kayu bakar, buruh batu dan pasir, serta sebagai pengembala kambing milik penduduk Mekkah secara serabutan dengan mendapatkan beberapa qirāṭ (upah atau gaji). Usaha membantupamannya mencari nafkah dengan bekerja serabutan menunjukkan bahwa meski anak-anak, pada diri Nabi Muhammad saw telah tumbuh kesadaran untuk hidup mandiri. Beliau tidak ingin keberadaannya menjadi beban bagi keluarga pamannya
The  act  of  entrepreneurship  is  an  act  patterned  after  modes  of coping with early childhood experience”. Pendapat semacam ini diamini oleh kebanyakan guru leadership yang sepakat bahwa apa yang terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan manusia, akan membuat perbedaan yang berarti dalam periode kehidupan berikutnya. Jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam diri Nabi Muhammad saw tidak terjadi begitu saja, tetapi hasil dari suatu proses panjang dan dimulai sejak beliau masih kecil.
Pengalaman masa kecil dapat mempengaruhi sukses atau kegagalan seseorang. Pengalaman masa kecil juga bisa menimbulkan dorongan dan daya


kritis, kemauan mencoba, disiplin, dan sebagainya, yang akan membantu seseorang untuk mengembangkan rasa percaya diri serta keinginan berprestasi. Sebaliknya, pengalaman masa kecil dapat pula menyebabkan seseorang untuk tidak melakukan hal-hal tersebut.
Nabi Muhammad saw mulai merintis karir dagangnya saat berusia

12  tahun  dan  memulai  usahanya  sendiri  ketika  berumur  17  tahun.
Pekerjaan sebagai pedagang terus dilakukannya hingga menjelang menerima wahyu (berusia sekitar 37 tahun). Kenyataan itu menegaskan bahwa  Nabi Muhammad  saw  telah  menekuni dunia  bisnis  selama lebih
mengajaknya karena medan perjalanan yang sangat sulit melewati padang pasir yang luas. Tapi, karena Nabi Muhammad saw kecil berkeras untuk ikut, ia terpaksa mengabulkan permintaan tersebut. Kerasnya keinginan Nabi Muhammad saw untuk ikut ekspedisi dagang, menunjukkan betapa besar semangatnya untuk mengubah nasib, memperbaiki keadaan, dan tidak ingin merepotkan sang paman terlalu jauh.
Sepanjang perjalanan dari Mekkah menuju ke Syiria, beliau mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan dunia perdagangan. Dengan penuh perhatian beliau mempelajari pusat-pusat perdagangan penting, waktu keramaian di setiap tempat, kafilah dan suku yang meramaikan pasar, harga beli barang-barang dagangan atau komoditas penting yang ada di setiap pusat perdagangan dan harga jual di pusat perdagangan lainnya. Selain itu, beliau juga mempelajari berbagai bentuk transaksi jual beli, cara memasarkan dan menawarkan barang dagangan, serta bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan.
Ketika berusia 17 tahun, beliau memulai usahanya sendiri dengan ikut menemani Zubair, adik Abi Thalib dalam perjalanan dagang ke Yaman. Pekerjaan sebagai pedagang terus dilakukan oleh beliau hingga
menjelang menerima wahyu (sekitar usia 37 tahun). Nabi Muhammad saw membeli barang-barang dari suatu pasar, lalu menjualnya kepada orang- orang. Saat itu beliau sudah menjadi business manager. Dalam perkembangan selanjutnya, ketika pemilik modal Makkah memercayakan pengelolaan perdagangan mereka kepada Muhammad saw, beliau menjadi seorang investment manager Saat berusia 25 tahun Nabi Muhammad saw menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad saw tetap mengelola perdagangannya sebagai mitra bisnis Khadijah. Dengan demikian,


beliau termasuk sebagai bussines owner. Afzalurrahman mencatat bahwa setelah menikah, Nabi Muhammad saw tetap melanjutkan usaha perdagangannya. Pada masa itu, beliau bertindak sebagai mitra dalam usaha isterinya. Nabi Muhammad saw melakukan perjalanan bisnis ke berbagai pusat perdagangan di seluruh penjuru negerinya dan negeri-negeri tetangga.
Tidak banyak catatan sejarah yang merekam usaha perdagangan dan perjalanan bisnis yang dilakukan Nabi Muhammad saw setelah menikah. Tetapi, sebagaimana dinyatakan lebih lanjut oleh  Afzalurrahman, terdapat catatan tentang hubungan dagang beliau dengan berbagai macam orang. Hal ittu membuktikan bahwa beliau tetap menggeluti bidang perdagangan setelah menikah.21 Satu hal yang berbeda, sebelum menikah, Nabi Muhammad saw adalah project manager bagi Khadijah. Setelah menikah menjadi joint owner dan supervisor bagi agen- agen perdagangan Khadijah. 22
Menginjak usia 30-an, Nabi Muhammad saw menjadi seorang investor dan mulai memiliki banyak waktu untuk memikirkan kondisi

2.  Prinsip-Prinsip Bisnis Nabi Muhammad saw


Fakta sejarah menjelaskan, praktik bisnis dan muamalah Nabi Muhammad saw selalu dilandasi dengan prinsip-prinsip yang santun dan etis. Nabi Muhammad saw juga selalu menujukkan dirinya sebagai seorang yang profesional. Profesionalisme Nabi Muhammad saw dalam berbisnis tidak dilandasi kecintaan yang besar terhadap harta kekayaan. Baginya, berbisnis merupakan bagian dari ibadah. Dalam transaksi bisnis dan muamalah, beliau berlaku jujur dan adil serta tidak membuat para konsumen dan mitra bisnisnya mengeluh.

Dari sekian banyak tuntunan menjadi pedagang, berikut ini diantara prinsip-prinsip yang ditekankan oleh Nabi Muhammad saw:
1.  Penjual dilarang membohongi atau menipu pembeli mengenai barang-barang yang dijualnya.
2.  Tatkala transaksi bisnis dilakukan, penjual harus menjauhi sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang. Nabi Muhammad  saw  bersabda,  Berhati-hatilah  terhadap  sumpah yang berlebihan dalam suatu penjualan. Meskipun hal itu bisa saja meningkatkan hasil penjualan, akan mengurangi berkahnya‖.
3.  Penjualan suatu barang harus berdasarkan kesepakatan bersama dari kedua belah

4.  pihak (penjual dan pembeli), atau dengan suatu usulan dan penerimaan. Kesepakatan bersama mengandung arti bahwa semua transaksi harus dilakukan atas dasar persetujuan bersama, bukan secara paksaan maupun penipuan.
5.  Penjual tidak boleh berbuat curang dalam menimbang atau menakar suatu barang.
Dalam berdagang, Nabi Muhammad saw sangat menghormati dan menghargai hak dan kedudukan pembeli. Beliau melayani pelanggan sepenuh hati dan menganjurkan umatnya untuk menerapkan sikap itu. Jabir meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, Rahmat Allah atas orang yang berbaik hati ketika ia

kurang 25 tahun lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung sekitar 23 tahun.20
Ketika berusia 12 tahun, Nabi Muhammad saw ikut berdagang dengan pamannya ke Syiria (Syam). Awalnya, Abu Thalib tidak berniat
1.2  Prinsip-Prinsip Bisnis Nabi Muhammad saw

Fakta sejarah menjelaskan, praktik bisnis dan muamalah Nabi Muhammad saw selalu dilandasi dengan prinsip-prinsip yang santun dan etis. Nabi Muhammad saw juga selalu menujukkan dirinya sebagai seorang yang profesional. Profesionalisme Nabi Muhammad saw dalam berbisnis tidak dilandasi kecintaan yang besar terhadap harta kekayaan. Baginya, berbisnis merupakan bagian dari ibadah. Dalam transaksi bisnis dan muamalah, beliau berlaku jujur dan adil serta tidak membuat para konsumen dan mitra bisnisnya mengeluh.


Dari sekian banyak tuntunan menjadi pedagang, berikut ini diantara prinsip-prinsip yang ditekankan oleh Nabi Muhammad saw:
6.  Penjual dilarang membohongi atau menipu pembeli mengenai barang-barang yang dijualnya.
7.  Tatkala transaksi bisnis dilakukan, penjual harus menjauhi sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang. Nabi Muhammad  saw  bersabda,  Berhati-hatilah  terhadap  sumpah yang berlebihan dalam suatu penjualan. Meskipun hal itu bisa saja meningkatkan hasil penjualan, akan mengurangi berkahnya‖.
8.  Penjualan suatu barang harus berdasarkan kesepakatan bersama dari kedua belah pihak (penjual dan pembeli), atau dengan suatu usulan dan penerimaan. Kesepakatan bersama mengandung arti bahwa semua transaksi harus dilakukan atas dasar persetujuan bersama, bukan secara paksaan maupun penipuan.
9.  Penjual tidak boleh berbuat curang dalam menimbang atau menakar suatu barang.
10. Dalam berdagang, Nabi Muhammad saw sangat menghormati dan menghargai hak dan kedudukan pembeli. Beliau melayani pelanggan sepenuh hati dan menganjurkan umatnya untuk menerapkan sikap itu. Jabir meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, ―Rahmat Allah atas orang yang berbaik hati ketika ia
menjual dan membeli dan ketika ia membuat keputusan‖.23 Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan merupakan salah satu kunci keberhasilan.

















BAB  II
A.    PEMBAHASAN

1.      Strategi Sukses Bisnis Nabi Muhammad saw


Kesuksesan Nabi Muhammad saw sebagai seorang pebisnis merupakan satu kesatuan yang utuh dari kemandirian dan semangat berwirausaha. Kejujuran, amanah, kecerdasan, dan keterampilan, komunikasi dan pelayanan yang baik, membangun jaringan dan kemitraan serta keselarasan dalam bekerja dan beribadah, menjadi faktor penting dalam menggapai kesuksesan sebagai seorang pedagang.26 Karakter ini mencakup sifat-sifat Nabi Muhammad saw yang mulia, yaitu ṣiddīq, amanah, tablīgh, dan fāṭanah. Dalam konteks bisnis, sifat-sifat tersebut menjadi dasar dalam setiap aktivitas bisnis beliau yang kemudian menjadi sikap dasar manusiawi (fundamental human etichs) yang mendukung keberhasilan.
1.      Ṣiddīq

Ṣiddīq berarti jujur atau benar, dalam menjalankan bisnisnya, Nabi Muhammad saw selalu menunjukkan kejujuran dan meyakini betul bahwa
membohongi para pelanggan sama dengan mengkhianati mereka. Mereka akan kecewa bahwa tertipu. Akibatnya, mereka tidak akan bertransaksi bisnis lagi. Akibatnya, lambat laun bisnis pun akan hancur. Dalam manajemen pemasaran modern, karakter ṣiddīq sangat menentukan terciptanya layanan informasi secara benar. Bahkan, karakter ṣiddīq merupakan dasar yang harus menyertai aktivitas bisnis. Dengan jiwa ṣiddīq, hak atau kepentingan pelanggan tetap terpenuhi. Kejujuran Nabi sebagai pebisnis dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Tidak mengingkari janji yang telah disepakati.

b.      Tidak menyembunyikan cacat atas sesuatu yang ditransaksikan.

c.       Tidak mengelabuhi harga pasar. Nabi Muhammad saw telah melarang adanya penyembunyian harga pasar karena ketidaktahuan si penjual. Itu bisa terjadi ketika si pembeli menghadang barang yang dibawa penjual dari luar kota. Penjual yang baru datang dan belum tiba di pasar tidak mengetahui harga terkini, sehingga ia menjual barang dagangannya dengan murah, di bawah harga pasar. Penyesalan dan kekecewaan pun akan terjadi setelah penjual mengetahui harga pasaran yang sesungguhnya. Apabila itu terjadi, penjual memiliki hak khiyar dengan cara menuntut balik atau membatalkan transaksi jual beli.
2.      Amanah

Amanah  berarti  dapat  dipercaya‖.  Dalam  konteks  ini,  amanah adalah tidak mengurangi atau menambah sesuatu dari yang seharusnya atau dari yang telah disepakati. Itu bisa terjadi antara penjual dan pembeli, penyewa dan yang menyewakan dan sebagainya. Setiap seorang yang diberi amanah harus benar-benar menjaga dan memegang amanah tersebut.
Seorang pebisnis haruslah dapat dipercaya, seperti yang telah dicontohkan Nabi Muhammad saw dalam memegang amanah. Saat menjadi pedagang, Nabi Muhammad saw selalu memberikan hak pembeli dan orang-orang yang mempercayakan modalnya kepadanya. Dalam dunia marketing, nilai-nilai amanah sama penting kedudukannya dengan nilai- nilai ṣiddīq. Bagi perusahaan, pebisnis, dan pekerja, sifat amanah akan membawa keuntungan besar. Sebab, ketika mitra bisnis atau para pembeli memutuskan untuk membelanjakan uangnya, mereka menganggap pedagang itu dapat dipercaya (amanah).
Bersikap amanah mutlak diterapkan dalam setiap transaksi bisnis atau muamalah. Selain itu, sehebat apa pun strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang bertumpu pada 4P (product, price, place, dan promotion) atau 4C (commodity, customer, competition dan change) ditempuh, misalnya tidak akan membuahkan sukses tanpa disertai adanya nilai-nilai amanah.


3.      Fāṭanah

Fāanah   berarti   cakap‖   atau   cerdas‖.   Pebisnis   yang   cerdas mampu memahami peran dan tanggungjawab bisnisnya dengan baik. Dia pun mampu menunjukkan kreatifitas dan inovasi guna mendukung dan mempercepat keberhasilan. Seiring itu, pebisnis yang cerdas mampu memberikan sentuhan nilai yang efektif dan efisien dalam melakukan kegiatan pemasaran. Di dunia bisnis yang penuh persaingan seperti saat ini, kecerdasan dalam berbisnis (kreatifitas dan inovasi) sangatlah vital. Jika tidak, sukses dan keberlangsungan hidup suatu usaha akan terancam.
Dalam transaksi muamalah, prinsip-prinsip yang dijiwai sifat

fāṭanah tercermin dari:

a.       Mengadministrasikan dokumen transaksi.

b.      Menjaga profesionalisme dan kualitas pelayanan dalam bertransaksi bisnis, Nabi Muhammad saw senantiasa memperlihatkan profesionalisme yang beliau tunjukkan dengan kecerdasannya.
c.       Mengantisipasi perubahan yang terjadi di pasar, baik yang berhubungan dengan produk, teknologi, harga, maupun persaingan. Kecakapan lain yang melekat pada sifat fāṭanah adalah antisipatif. Antisipatif artinya pengusaha harus selalu waspada akan berbagai gejolak pasar, baik yang berhubungan dengan vendor, kelancaran suplai bahan baku, masuknya pemain baru, ada potensi barang substitusi yang ditawarkan

pasar, adanya kebijakan pajak, maupun adanya inovasi tekhnologi baru sehingga barang dengan tekhnologi lama akan kehilangan daya tawarnya.
Secara  bahasa,  tablīgh  bisa  dimaknai  dengan  menyampaikan. Dalam konteks bisnis, pemahaman tablīgh bisa mencakup argumentasi dan komunikasi. Penjual hendaknya mampu mengomunikasikan produknya dengan strategi yang tepat. Dengan sifat tablīgh, seorang pebisnis diharapkan mampu menyampaikan keunggulan-keunggulan produk dengan menarik dan tepat sasaran tanpa meninggalkan kejujuran dan kebenaran (transparency and fairness). Dengan itu, pelanggan dapat dengan mudah memahami pesan bisnis yang disampaikan



.
Nabi Muhammad saw telah menunjukkan dirinya sebagai pedagang yang argumentatif dan komunikatif. Sehingga banyak mitra bisnis dan pelanggan merasa senang berbisnis dengannya. Lebih dari itu, Nabi Muhammad saw mampu memberi pemahaman kepada mereka perihal bisnis yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Ada 12 rahasia bisnis Nabi Muhammad saw yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam mengembangkan bisnis, diantaranya:



1.    Menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput syurga.
2.    Menerapkan kejujuran dan kepercayaan. Kedua hal tersebut mutlak dalam melanggengkan usaha yang kita bangun. Kejujuran yang kita
miliki akan membangun kepercayaan dari orang lain. Karena orang yang amanah pasti dipercaya.
1.       Tidak hanya keinginan, akan tetapi keinginan yang diiringi dengan tindakan. Tentukan langkah-langkah sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
2.       Berfikir visioner, kreatif dan siap menghadapi perubahan, sebagai seorang pengusaha ulung harus memiliki pemikiran terdepan, mampu menganalisis perkembangan usahanya di masa yang akan datang dengan sikap kreatif dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada.
3.       Nabi Muhammad saw memiliki planning dan goal setting yang jelas.

Dalam berwirausaha juga diperlukan perencanaan yang matang, keberhasilan akan terlihat sesuai dengan konsep keteraturan yang sudah kita rancang sebaik mungkin.
4.       Pintar mempromosikan diri. Pengusaha ulung adalah pengusaha yang mampu mempromosikan dirinya dalam kesempatan apapun. Tidak hanya usaha yang ia miliki, tetapi pribadinya dapat menjadi asset yang dapat menggaet relasi sebanyak-banyaknya.
5.       Menggaji karyawan yang dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka.



Dengan memberikan gaji tepat waktu dan sesuai dengan pekerjaanya dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja seorang karyawan.
6.       Mengetahui   rumus   Bekerja   dengan   Cerdas‖.   Maksudnya   adalah mampu memanfaatkan waktu yang terbatas dengan hasil kerja yang maksimal.
7.       Mengutamakan sinergi mampu menggandeng orang lain untuk bersama-sama dalam memajukan bisnis.
8.       Pandai bersyukur dan berucap terima kasih, orang yang senantiasa bersyukur adalah orang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah Swt. Rasa syukur inilah yang akan mengundang nikmat-nikmat Allah lainnya.
9.       Berwirausaha dengan cinta, melakukan segala sesuatu dengan cinta akan terasa perbedaannya, jika dibandingkan dengan keterpaksaan.
Be the best, menjadi manusia paling bermanfaat. Tangan di atas, lebih baik daripada tangan di bawah‖ (HR. Bukhari). Hadis ini menjelaskan ciri orang yang senatiasa selalu membantu orang lain. Dengan ilmu, harta, dan keahlian menjadi modal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
mengusahakan suatu pekerjaan tertentu), dan pencipta yang menjual hasil ciptaannya.

Pada tahun 1803, JB Say seorang ekonom mempopulerkan istilah kewirausahaan tersebut sebagai gambaran para pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efektif dan efisien) dari tingkat produktifitas yang rendah menjadi lebih tinggi. Adapun definisi lain tentang kewirausahaan menurut Drucker adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang.



Bisnis sebagai pertukaran barang, jasa, atau yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. Di dalam kamus bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha dagang, usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha dagang, usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha.


2.       Konsep Kewirausahaan dan Bisnis


2.1   Pengertian Kewirausahaan dan Bisnis

Kewirausahaan adalah padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa inggris, unternehmer dalam bahasa Jerman, ondernemen dalam bahasa Belanda. Sedangkan di Indonesia diberi nama kewirausahaan. Kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis, yaitu entreprende yang berarti petualang, pengambil risiko, kontraktor, pengusaha (orang yang

2.2   Fungsi dan Peran Kewirausahaan


Kewirausahaan memiliki peran yang cukup penting dalam menunjang ekonomi suatu negara, dengan banyaknya jumlah wirausahawan yang ada, maka hal tersebut akan dapat membantu program pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini dikarenakan dengan semakin banyaknya jumlah wirausahawan, maka akan dapat menciptakan lapangan kerja baru serta membatu mengatasi
kemiskinan terutama di Indonesia. Fungsi dan peran wirausahawan dapat dilihat melalui dua pendekatan, yaitu secara mikro dan makro. Secara mikro, wirausahawan memiliki dua peran, yaitu sebagai penemu (innovator) dan perencana (planner). Sebagai penentu, wirausahawan menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru, seperti produk, teknologi, cara, ide, organisasi, dan sebagainya.





Wirausahawan dapat disebut sebagai perencana apabila wirausahawan berperan dalam merancang tindakan dan usaha baru, merencanakan strategi usaha yang baru, merencanakan ide-ide dan peluang dalam meraih sukses, menciptakan organisasi perusahaan yang baru, dan lain-lain. Adapun secara makro, peran wirausaha adalah menciptakan kemakmuran, pemerataan kekayaan, dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian suatu negara.

2.3   Karakteristik Wirausahawan


Dalam dunia kewirausahaan, terdapat karakteristik yang mencerminkan sifat-sifat yang dimiliki seorang wirausahawan. Terdapat delapan karakteristik kewirausahawan yaitu: pertama, Desire For Responsibility, yaitu memiliki rasa tanggungjawab ata


s usaha-usaha yang dilakukannya. Seseorang yang memiliki tanggungjawab akan selalu mengawasi diri, sehingga apapun tindakan yang dilakukan selalu menggunakan perhitungan yang matang, selain itu memiliki jiwa
kepemimpinan yang baik juga bagian dari tanggung jawab dalam berwirausaha.
Kedua, Preference for Moderate risk, lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Adanya manajemen risiko yang baik sangat penting dalam menjalankan wirausaha agar usaha tetap dapat berjalan dengan baik meskipun mangandung banyak risiko.
Ketiga, Confidence in their ability to success, yaitu memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan. Kepercayaan diri ini sangat penting, sebab jika sejak awal seseorang tidak optimis terhadap usaha yang dijalankan, maka kesuksesan akan sulit diraih, karena adanya sikap mudah putus asa pada saat mengalami kegagalan.
Keempat, Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik dengan segera. Umpan balik dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan wirausahawan dalam mengelola usahanya. Umpan balik yang positif akan memberikan dampak kepuasan dan sebaliknya umpan negativ juga dibutuhkan untuk memperbaiki kekurangan yang ada.
Kelima, High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik. Komitmen dalam pekerjaan tergolong tinggi, orang yang memiliki mental wirausaha merupakan seorang pekerja keras, selalu mencari peluang, tidak


tergantung terhadap orang lain serta memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi.
Keenam, Future orientation, yaitu berorientasi serta memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan. Ketujuh, Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. Memiliki kemampuan manajerial yang baik juga menunjang keberhasilan wirausaha. Kedelapan, Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. Keuntungan yang didapat dalam menjalankan usaha memang merupakan tujuan dari wirausaha, namun motif untuk memiliki prestasi tinggi dalam berwirausaha menjadi tugas yang lebih utama.33

2.4   Kewirausahaan dalam Islam


Pada dasarnya, kewirausahaan dalam Islam tidak jauh berbeda dengan kewirausahaan secara umum, dalam Alquran banyak terdapat ayat yang menerangkan tentang kewirausahaan,
Pengertian kewirausahaan dalam perspektif Islam adalah segala aktivitas bisnis yang diusahakan secara perniagaan dalam rangka memproduksi suatu barang atau jasa dengan jalan tidak bertentangan dengan syariat. Sedangkan, wirausahawan muslim adalah seseorang yang mengkombinasikan faktor-faktor sumber daya alam, tenaga kerja, dan material yang dibangun atas dasar hukum Allah Swt dan kepercayaannya dalam bekerja sama.35



Dalam Islam, wirausaha bukan barang baru lagi bagi kaum muslimin karena menjadi seorang wirausahawan merupakan bagian dari tugas umat muslim sebagai khalifah di muka bumi.36 Bagi orang muslim, berwirausaha

sebenarnya memiliki derajat yang lebih tinggi, yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah Swt. Berwirausaha adalah sebagian dari hidup kita yang harus ditujukan untuk beribadah kepada Allah Swt dan wadah untuk berbuat baik pada sesama.
Berusaha dalam bidang bisnis adalah usaha kerja keras. Dalam kerja keras tersebut tersembunyi kepuasan batin yang tidak bisa dinikmati dalam profesi lain. Kemauan keras (azam) dapat menggerakkan motivasi untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Orang yang berhasil adalah orang yang mau bekerja keras, tahan menderita dan gigih untuk memperbaiki nasibnya. Secara teoritis Islam telah meletakkan dasar-dasar berbisnis dan telah dicontohkan Nabi Muhammad saw sebelum masa kerasulan beliau sebagai pedagang. Dengan demikian, sebenarnya kaum muslimin dalam hal ini wirausaha muslim telah memiliki konsep dan model berbisnis secara Islami.
Nabi Muhammad saw telah mengajarkan umatnya untuk mengoptimalkan potensi jasmani dan rohani demi meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam bekerja atau berbisnis. Begitu pentingnya mendapatkan rezeki secara halal, seorang muslim tidak dibenarkan bermalas-malasan dalam berusaha. Ia harus berikhtiar sekuat tenaga. Bahkan alasan sibuk beribadah dan bertawakal kepada Allah Swt tidak pantas dijadikan alasan untuk malas berusaha.
Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan umatnya untuk berbisnis (berdagang), karena dengan berbisnis dapat menimbulkan kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga, tanpa tergantung atau menjadi beban orang lain.37 Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda:



Sembilan              dari                sepuluh                pintu     rezeki      ada     dalam perdagangan.
Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan umatnya untuk berbisnis, hingga sahabat-sahabatnya pun mengikuti jejak bisnis beliau, yaitu antara lain: Abu Bakar yang merupakan khalifah pertama pada khulafa‘ Al-Rasyidin, memiliki usaha dagang bahan pakaian. Umar bin Khattab yang merupakan pemimpin kaum beriman dan penakluk kekaisaran Persia dan Byzantium, pernah menjadi pedagang jagung. Utsman ibn Affan dikenal dengan konglomerat tekstil (pakaian). Demikian juga, Imam Abu Hanifah dikenal sebagai pedagang pakaian.39
Nabi Muhammad saw melalui tuntunan Alquran dan teladan Sunnah Nabawiyah senantiasa menegaskan agar kita memiliki keyakinan yang tinggi dalam meraih keberhasilan ekonomi.

BAB  III
A.    KESIMPULAN

Dalam hal berwirausaha dalam yang di gambarkan oleh nabi Muhammad SAW adalah dengan berperilaku baik kepada sesama manusia dan berkata juju kepada setiap orang agar terpercaya oleh banyak orang, dalam berwirausaha juga kita harus menghormati pelanggan dan bersikap sopan terhadap pelanggan, karena kalo kita bersikap sopan kepada pelanggan otomatis pelanggan akan nyaman, dan akan kembali lagi kepada kita untuk membeli barang yang kita jual,
            di dalam berdangan juga tidak boleh berbuat curang dan apalagi merugikan pelanggan karena dari dampak itu akan danggang yang kita dagang kan akan tidak lagi dan merugikan kepada kita sendiri, dan tidak akan laku.
            dalam berwirausaha kita harus tawakal kepada ALLAH SWT, perbasra kepada ALLAH SWT, dan berdoa kepada kepada ALLAH SWT agar dangang yang kita dangang laku laris dan banyak untung dan kita pun mendapatkan kesenangan, dan dapat membantu kebutuhan orang lain,
            Jangan RIYA dalam berdangang karena dengan riya kita bisa di rusak dan tidak ada lagi yang percaya kepada dangangan kita dan dangang kita akan bangkrut atau gulung tikar
Yang di larang saat berwirausaha :
1. Terlambat
Seorang wirausaha harus bertindak seesuai momen yang tepat. Anda harus bisa menghindari keterlamabatan apalagi jika ini menyangkut masa depan bisnis Anda, contohnya bertemu dengan klien.
2. Terlalu fokus untuk cepat kaya
Wirausahawan bukan pedagang yang hanya menghitung untung dan rugi secara terus menerus. Memulai usaha dengan impian menjadi kaya raya kemungkinan besar akan membuat kecewa jika mengalami kegagalan.




3.  Salah perlakukan klien
Bagi seorang wirausahawan, pelanggan atau pembeli adalah raja. Apalagi dalam bisnis jasa. Sekali melakukan hal yang tidak disukai klien, maka reputasi bisnis Anda akan cacat.
Anda harus bisa mengenali seperti klien Anda dan apa saja yang ia suka dan tidak suka. Jangan sampai kesalahan sederhana yang Anda lakukan bisa membuat Anda kehilangan mereka.
4. Kesalahan dalam menentukan organisasi bisnis
Maksudnya untuk awal-awal berbisnis Anda membutuhkan forum bisnis yang bisa membantu Anda untuk membangun karakter entrepreneur Anda. Hal ini juga sangat membantu Anda dalam bertukar pikiran tentang bisnis.
5.  Tidak memecahkan permasalahan sendiri
Wirausahawan hendaknya menguasai bidang usaha yang ia jalankan. Terlalu percaya pada orang lain atau menyerahkan segala keputusan kepada orang lain akan berakibat buruk pada usaha yang dikembangkan.
6. Mencampur modal usaha dan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
Ingatlah, kita harus membuat kas keuangan yang cukup baik walaupun sifatnya mungkin masih sederhana. Jangan lantas menggunakan modal dan keuntungan hasil usaha untuk kebutuhan kita sehari-hari.
Jika Anda terpaksa mengambil dari kas, maka anggaplah itu pinjaman yang harus segera dilunasi. Modal usaha dan keuntungan harus dipisahkan dari keperluan sehari-hari karena jika dicampuadukkan maka akan merusak kas keuangan yang ada.
7.  Senang berbisnis sendiri
Jika Anda memiliki niat untuk membuka lapangan pekerjaan, kenapa tidak berani membayar tenaga orang untuk mengerjakan sebagian tanggung jawab Anda jika usaha Anda mulai berkembang?
Hal ini menguntungkan karena Anda bisa memikirkan memperluas bidang usaha dengan ide-ide Anda yang lain tanpa terbebani secara teknis bisnis yang sudah Anda mulai lebih dulu.

Kembangkanlah bisnis Anda dan bekerjasmalah dengan mitra Anda.Hilangkan pikiran pendek Anda bahwa membayar tenaga lain akan merugikan Anda.
Itulah beberapa hal yang harus Anda hindari dalam berbisnis, bukan hanya tips dan trik yang harus Anda kuasai dalam berbisnis tetepai juga hal-hal sederhan yang ternyat bisa menjadi kesalahan Anda dalam menjalankan bisnis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH Ajaran Bisnis Nabi Muhammad SAW

MAKALAH  Ajaran Bisnis Nabi Muhammad  SAW. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberika...